Selasa, 24 November 2020

PERFORMA STRATEGI DCMA : STUDI SIMULASI


Ilmu Yang Saya Dapat  Dari Artikel Performa Strategi DCMA: STUDI SIMULASI

Dalam berinvestasi di saham, keuntungan investor tidak hanya dari hasil deviden. Tapi juga hasil selisih harga jual dan harga beli atau yang kita sebut dengan capital gain. Dividen dibagikan kepada investor menurut hasil keputusan dari RUPS, sedangkan mengincar keuntungan dari capital gain sendiri tidak mudah, investor harus memahami analisis dalam penjualan saham di pasaran.

Investor dapat menggunakan dua analisa dalam mengambil keputusan investasi di pasar saham, analisa tersebut yaitu Analisa Fundamental yang memperhitungkan factor makro dan mikro dari suatu perusahaan yang bersangkutan, dan Analisa Teknikal yaitu analisa yang memprediksi pergerakan harga saham baik turun maupun naik. Dalam mengambil keputusan untuk unvestasi, analisa teknikal mempelajari harga saham yang sedang berlangsung dengan memperhatikan indicator-indikator teknikal, hingga membaca pola-pola OHLC (Open High Low Close) harga yang terbentuk. Supaya dapat mempermudah dalam menentukan waktu dan harga yang tepat dalam memilih saham.

Terdapat Moving Average yang merupakan indicator yang digunakan investor untuk menentukan harga dan support resistance, indicator ini memperhitungkan rata-rata harga, umumnya harga close, tiap periode waktu yang ditentukan oleh investor dan diplot dalam grafik. Dan Double Moving Average Cross, indicator ini dapat membantu invetor untuk membaca arah pergerakan dan pembalikan tren harga.

Pada penelitian ini, penulis berfokus hanya pada saham AMRT. Data harga OHLC (Open High Low Closs) diperoleh dari investing.com. Periode data yang digunakan adalah harian.Rentang data yang digunakan mulai dari 01 Januari 2015 hingga 31 Desember 2019. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah simulasi, yaitu penulis melakukan simulasi trading dengan data OHLC yang diperoleh untuk menghasilkan sinyal beli dan jual. Simulasi trading ini menggunakan strategi DMAC (Double Moving Averange Cross). Setelah dilakukan simulasi trading, penulis membandingkan profit yang diperoleh dari strategi tersebut dengan pertumbuhan harga saham AMRT selama Januari 2015 hingga Desember 2019.

Dalam rentang 5 tahun tersebut, dengan menerapkan strategi DMAC, didapati 69 kali crossing, baik dari bawah ke atas atau pun dari atas kebawah. Dari 69 crossing tersebut, terdapat 34 (49.275% dari total crossing) sinyal transaksi beli.

Dari 34 sinyal transaksi beli tersebut, terdapat 16 (47%) transaksi loss, 14 (41.176%) transaksi profit, dan 4 (11.76%) transaksi break even .Sedangkan dari jumlah poin, transaksi loss 525 poin, dan transaksi profit 590 poin.Sehingga dari 16 transaksi loss, masih memperoleh profit 65 poin. Rata-rata transaksi loss 32.81 poin per transaksi, dan profit 42.14 poin per transaksi. Sedangkan loss paling besar 90 poin dan profit paling besar 135 poin.Jumlah loss dan break even berturut-turut tanpa profit mencapai 6 transaksi, dengan total penurunan 105 poin.

 

Daftar Pustaka

Manunggal, B. (2020). ANTESEDEN KEPUTUSAN PEMBELIAN ONLINE KONSUMEN ALFACART. EKONOMI BISNIS, 26(1), 296-300.