Ilmu Yang Saya Dapat Dari Artikel Performa Strategi DCMA: STUDI SIMULASI
Dalam
berinvestasi di saham, keuntungan investor tidak hanya dari hasil deviden. Tapi
juga hasil selisih harga jual dan harga beli atau yang kita sebut dengan
capital gain. Dividen dibagikan kepada investor menurut hasil keputusan dari
RUPS, sedangkan mengincar keuntungan dari capital gain sendiri tidak mudah,
investor harus memahami analisis dalam penjualan saham di pasaran.
Investor dapat
menggunakan dua analisa dalam mengambil keputusan investasi di pasar saham, analisa
tersebut yaitu Analisa Fundamental yang memperhitungkan factor makro dan mikro
dari suatu perusahaan yang bersangkutan, dan Analisa Teknikal yaitu analisa
yang memprediksi pergerakan harga saham baik turun maupun naik. Dalam mengambil
keputusan untuk unvestasi, analisa teknikal mempelajari harga saham yang sedang
berlangsung dengan memperhatikan indicator-indikator teknikal, hingga membaca
pola-pola OHLC (Open High Low Close) harga yang terbentuk. Supaya dapat mempermudah
dalam menentukan waktu dan harga yang tepat dalam memilih saham.
Terdapat Moving Average yang merupakan indicator yang digunakan investor untuk menentukan harga
dan support resistance, indicator ini memperhitungkan rata-rata harga, umumnya
harga close, tiap periode waktu yang ditentukan oleh investor dan diplot dalam
grafik. Dan Double Moving Average Cross, indicator ini dapat membantu invetor
untuk membaca arah pergerakan dan pembalikan tren harga.
Pada penelitian
ini, penulis berfokus hanya pada saham AMRT. Data harga OHLC (Open High Low
Closs) diperoleh dari investing.com. Periode data yang digunakan adalah
harian.Rentang data yang digunakan mulai dari 01 Januari 2015 hingga 31
Desember 2019. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah simulasi,
yaitu penulis melakukan simulasi trading dengan data OHLC yang diperoleh untuk
menghasilkan sinyal beli dan jual. Simulasi trading ini menggunakan strategi
DMAC (Double Moving Averange Cross). Setelah dilakukan simulasi trading,
penulis membandingkan profit yang diperoleh dari strategi tersebut dengan
pertumbuhan harga saham AMRT selama Januari 2015 hingga Desember 2019.
Dalam rentang 5 tahun tersebut, dengan
menerapkan strategi DMAC, didapati 69 kali crossing, baik dari bawah ke atas
atau pun dari atas kebawah. Dari 69 crossing tersebut, terdapat 34 (49.275%
dari total crossing) sinyal transaksi beli.
Dari 34
sinyal transaksi beli tersebut, terdapat 16 (47%) transaksi loss, 14 (41.176%)
transaksi profit, dan 4 (11.76%) transaksi break even .Sedangkan dari jumlah
poin, transaksi loss 525 poin, dan transaksi profit 590 poin.Sehingga dari 16
transaksi loss, masih memperoleh profit 65 poin. Rata-rata transaksi loss 32.81
poin per transaksi, dan profit 42.14 poin per transaksi. Sedangkan loss paling
besar 90 poin dan profit paling besar 135 poin.Jumlah loss dan break even berturut-turut
tanpa profit mencapai 6 transaksi, dengan total penurunan 105 poin.
Daftar Pustaka
Manunggal, B. (2020). ANTESEDEN KEPUTUSAN PEMBELIAN ONLINE KONSUMEN ALFACART. EKONOMI BISNIS, 26(1), 296-300.